Goda Investor ke Mandalika, Kemenpar Dukung Insentif REI

By  |  0 Comments

lombokonline.co.id, Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung rangkaian acara gathering corporate grup Realestate Indonesia (REI) yang akan memperingati hari jadinya yang ke 45. Dengan tema “Rei Garda Terdepan Membangun Rakyat”, Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu akan mendukung acara tersebut sejak tanggal 2 hingga 3 April 2017, mendatang di Mandalika, NTB, Lombok.

Deputi Pengembangan Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti yang juga didampingi Kepala Bidang Insentif Asdep Bisnis dan Pemerintah Hendry Karnoza mengatakan, dalam membangun kepariwisataan kerjasama sinergi dengan incorporated bisa dijadikan modal awal. Terlebih semangat incorporated adalah semangat yang menjadi dasar di dalam menggerakkan komponen pentahelix atau lima pemangku kepentingan utama yakni akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media.

Apalagi, permintaan REI adalah menuju salah satu destinasi prioritas Kemenpar atau biasa disebut dengan Bali Baru, Mandalika, NTB. Seperti diketahui, salah satu Bali Baru itu sudah dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang pengembangannya terus diprioritaskan bersama 10 Bali Baru lainnya yakni Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Pulau Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah-Jogja, Bromo Jawa Timur, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Malut.

”Peserta kegiatan ini sangat berpotensi untuk mengembangkan destinasi KEK Mandalika. Itu karena, mereka yang hadir adalah para Investor yang memiliki anggota sebanyak 3800 pengembang. Semoga lewat pertemuan dan perjalanan ini, Kemenpar berharap dapat meningkatkan pengembangan KEK Mandalika dan mengangkat citra positif pariwisata Indonesia melalui kegiatan promosi perjalanan insentif,” Ujar Esthy yang juga diamini Hendri.

Sementara itu ketua REI, Miftahuddin Ma’ruf mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang menjadi salah satu pendukung acaranya. Miftahuddin mengatakan, rangkaian acara ulang tahun ini,akan di isi 4 kegiatan pokok yakni Bedah Rumah, Mandalika Investment Forum, Gala Dinner, City Tour Bali- Lombok. Acara ini pun diadakan di empat tempat terpisah yakni Hotel Anvaya Bali, Garuda Wisnu Kencana Bali, Hotel Golden Palace Mataram Lombok dan KEK Mandalika. Khusus untuk Kemenpar hanya mendukung kegiatan yang ada di Mandalika.

Kata Miftahuddin, program Investment Forum di Mandalika adalah pertemuan yang membahas rencana pengembangan kawasan Mandalika sebagai destinasi tujuan wisata strategis nasional dan opportunity bagi anggota REI dalam pengembangan kawasan tersebut. Acara rencananya akan dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Direksi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) dan 300 pengembang anggota REI.

“Saat acara Mandalika Investment Forum para investor akan mengunjungi KEK Mandalika dan beberapa destinasi lainya seperti Kuta, Tanjung Aan, Bukit Merese, Bukit Seger, kunjungan ke desa adat Sasak dan desa adat Sade Rembitan, kita akan informasikan ke semua anggota bahwa betapa sangat berpotensinya pariwisata di Mandalika, dan tentunya menggenjot kunjungan Wisman terus ke tanah air,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyadari, pemerintah tidak mungkin membiayai semua project pariwisata dengan menggunakan beban negara. Karena itu, sejak awal Kemenpar akan menggandeng swasta atau private sector dengan mengundang para investor yang meramaikan destinasi wisata. Terutama untuk investasi ’10 Bali Baru’ yang oleh Presiden Joko Widodo sudah diprioritaskan untuk dilakukan percepatan pembangunan.

“Sejak kami luncurkan, dibuka keran investasi di sektor Pariwisata di 10 titik itu, silahkan bagi para pemodal yang tertarik. Mereka yang bangun hotel, resort, restoran, café, membuat atraksi dan semua hal yang dibutuhkan wisatawan untuk bisa berlama-lama dan merasa nyaman di destinasi tersebut,” jelas pria asli Banyuwangi itu.

Pemerintah, mengurus infrastruktur dasar seperti jalan, air, listrik, dan internet atau infrastruktur komunikasi, yang saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar yang tidak mungkin ditiadakan seperti halnya sandang, pangan dan perumahan.

“Investasi itu menjadi tugas pemerintah. Yang mengisi dan menghidupkan kawasan dengan amenitas itu, harus menggerakkan private sector, salah satunya juga peran REI,” tandasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *